Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas Elastisitas-Jurnal Ekonomi Pembangunan en-US elastisitas@unram.ac.id (Lina Wulandari) prabu.edo@gmail.com (Baidawi) Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENERAPAN METODE HIRSCHMAN-HERFINDAHL INDEX (HHI) PADA KONSENTRASI PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN DI PROVINSI ACEH http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/48 <p>Ruang lingkup penelitian ini adalah perdagangan besar dan eceran di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat konsentrasi perdagangan besar dan eceran pada masing-masing wilayah di Provinsi Aceh. Model analisis yang digunakan adalah <em>Hirschman-Herfindahl Indeks</em> (HHI) dengan menggunakan data tenaga kerja perdagangan besar dan eceran dari tahun 2017 sampai 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Banda Aceh berada pada daerah dengan tingkat konsentrasi perdagangan besar dan eceran paling tinggi, sedangkan Kabupaten Aceh Jaya merupakan daerah dengan tingkat konsentrasi perdagangan besar dan eceran rendah, diharapkan kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk dapat mengembangkan perdagangan besar dan eceran pada Kabupaten/Kota yang berada pada tingkat konsentrasi &nbsp;rendah dengan memperbaiki dan meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana, menarik investor untuk berinvestasi pada wilayah tersebut</p> Yunidar Purnamasari sari, Okta Rabiana Risma, Asri Diana, Sri Rosmiati Sani Copyright (c) 2022 yunidarpurnamasari sari, Okta Rabiana Risma, Asri Diana, Sri Rosmiati Sani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/48 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KUTA MANDALIKA http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/51 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan bentuk pemberdayaan masyarakat pada proses pengembangan pariwisata Kuta Mandalika sekaligus untuk mengetahui kendala-kendala dalam proses pemberdayaan masyarakat tersebut, baik bagi pihak yang memberdayakan (pemerintah atau&nbsp; pihak lain) maupun bagi pihak yang diberdayakan (masyarakat Desa Kuta). Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa Kuta sangat berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di wilayah Kuta Mandalika. Dalam penelitian ini, peran masyarakat dilihat dari beberapa bidang yaitu masyarakat berperan dalam bidang penunjang pariwisata; sebagai pelaku bisnis pariwisata, dan pelaksana program pemerintah. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang dimana dilakukan dengan meningkatkan kapasitas SDM dan kewirausahaan. Adapun bentuk pemberdayaan yang diberikan dalam meningkatkan kapasitas SDM yaitu kebanyakan berupa pemberian pelatihan-pelatihan mengenai aktivitas pariwisata. Akan tetapi ada juga bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat berupa dana usaha pariwisata yaitu pemberian dana Sarunta (Sarana Hunian Pariwisata) dan dana <em>homestay </em>untuk meningkatkan kewirausahaan di masyarakat. Adapun kendala dalam proses melakukan pemberdayaan tersebut yaitu biaya, adanya wabah Covid-19, adanya <em>miss</em> komunikasi dalam masyarakat, kurangnya sumber daya dan kemampuan masyarakat, serta adanya tindakan masyarakat yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.</p> Kurniati Kurniati, Diswandi Diswandi, Himawan Sutanto Copyright (c) 2022 Kurniati Kurniati, Diswandi, Himawan Sutanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/51 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 KAJIAN TINGKAT KEMAJUAN DAERAH KABUPATEN/KOTA DAN KETIMPANGAN WILAYAH ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PULAU LOMBOK PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/53 <p>Ruang lingkup penelitian ini mengkaji kemajuan pembangunan ekonomi yang dicapai oleh kabupaten/kota dan ketimpangan antar wilayah kabupaten/kota di pulau Lombok. Tujuannya: untuk mengetahui tingkat kemajuan kabupaten/kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat dari hasil pembangunan ekonomi selama sepuluh tahun terakhir dan untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota di pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat.</p> <p>Variabel penelitian yaitu: pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, jumlah penduduk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengali data dari laporan, buku-buku dan catatan-catatan yang terkait dengan masalah penelitian Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis analisi Tipologi Klassen. Hasil analisis Tipologi Klassen diklasifikasikan dalam empat klasifikasi, yaitu: (1) Daerah Maju dan Tumbuh Cepat (<em>High</em><em> Growth </em><em>and high Income</em>), adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita propinsi.(2) Daerah Potensial Maju (<em>High Income but Low Growth</em>), adalah daerah yang memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari propinsi. (3) Daerah Berkembang cepat (<em>High </em><em>Growth </em><em>but Low Income</em>), adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tetapi pendapatan per kapita yang lebih rendah dari propinsi.(4) Daerah Relatif Tertinggal (<em>Low Growth and Low Income</em>), adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih rendah dari propinsi.</p> <p>Hasil penelitian: 1) Daerah Kota Mataram adalah <strong>daerah</strong> <strong>maju dan tumbuh cepat, </strong>karena Kota Mataram menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan ekonominya selama lima tahun terakhir lebih tinggi dari rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan rata-rata PDRB per kapita Kota Mataram selama lima tahun terakhir lebih tinggi dari rata-rata PDRB per kapita Propinsi NTB. Daerah Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara, adalah <strong>Daerah Relatif Tertinggal. </strong>Keempat daerah kabupaten ini mempunyai rata-rata laju pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir lebih rendah dari rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Propinsi NTB. Dan memiliki rata-rata PDRB per kapita selama lima tahun terakhir lebih rendah dari rata-rata PDRB per kapita Propinsi NTB. <strong>&nbsp;</strong>2) tingkat ketimpangan&nbsp; pendapatan antar kabupaten/kota di pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat adalah ketimpangan sedang. Hal tersebut diindikasikan oleh angka Indeks Williamson yang mencapai angka 0,281 dimana angka ini masuk pada kategori ketimpangan sedang.</p> <p>Kata kunci: maju dan tumbuh cepat,&nbsp; potensi maju, berkembang cepat, relatif tertinggal, ketimpangan tinggi, sedang, dan rendah.</p> Wahidin, Titi Yuniarti, Endang Astuti Copyright (c) 2022 Wahidin, Titi Yuniarti, Endang Astuti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/53 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 KOTA MATARAM MENUJU SMART CITY http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/54 <p><em>&nbsp;Smart City </em>merupakan salah satu strategi pembangunan dan manajemen kota yang masih baru. Konsep ini muncul dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. S<em>mart city </em>adalah konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai kegiatan masyarakat serta&nbsp; memberikan&nbsp; kemudahan mengakses&nbsp; informasi&nbsp;&nbsp; kepada&nbsp;&nbsp; masyarakat.<em>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em>Saat ini Kota Mataram telah meluncurkan aplikasi berbasis android yang disebut <strong>Mataramku Lapor</strong>, aplikasi ini dirancang dengan memusatkan teknologi informasi khususnya berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang ada di Kota Mataram. Permasalahan saat ini penggunaan layanan aplikasi berbasis android ‘Mataramku Lapor’ belum maksimal digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk; Menganalisis bagaimana strategi Kota Mataram menuju <em>Smart City </em>serta menganalisis faktor faktor apa yang pendukung dan penghambat Kota Mataram menuju <em>Smart City</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus ekplorasi yang berbekal&nbsp; teori dan mengeksplorasi fenomena kasus, Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam ( Indept Interview ) dan Focus Group Discussion ( FGD ). &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penunjang &nbsp;berjalanya <em>Smart City</em> yaitu infrastruktur Teknologi Informasi dan&nbsp;&nbsp; Komunikasi serta SDM &nbsp;sudah siap dalam menerapkan <em>Smart City</em>. Penerapan <em>smart</em> <em>City</em> banyak dilaksanakan pada SKPD Sesuai dengan target pemerintah kota untuk menerapkan <em>Smart Governenc</em>. Pemerintah Kota Mataram telah memenuhi kriteria menuju kota <em>Smart City</em>, dengan telah disusunnya <em>Master Pland</em> / strategi&nbsp;&nbsp; pengembangan <em>Smart City</em>, regulasi, formulasi dan dokumen tatakelola <em>Smart City</em> dalam bentuk formal dan tertulis menjadi peraturan Walikota. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan <em>Smart City</em> adalah masih kurangnya SDM yang handal untuk memegang sistem / TIK pada masing masing SKPD, karena alasan mutasi yang sering terjadi.</p> Emi Salmah, Sahri, Siti Fatimah, Siti Sriningsih, Imammul Insan Copyright (c) 2022 Emi Salmah, Siti Fatimah, Siti Sriningsih, Imammul Insan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/54 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG PENGARUH TRANSISI DEMOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/55 <p>Penelitian terdahulu yang dilakukan diberbagai negara menggunakan berbagai macam variabel demografi dalam menentukan atau mempengaruhi pertumbuhan ekonominya. Dalam penelitian ini akan melakukan analisis kesimbangan jangka panjang yang mengkhususkan penggunaan transisi demografi dengan variabel angka fertilas, usia harapan hidup dan rasio ketergantungan penduduk usia muda dalam menentukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama kurun waktu 16 tahun dari tahun 2005 – 2020. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus Dalam penelitian ini, menggunakan model dinamik yang mempertimbangkan dua aspek yakni penurunan model dinamis dan isu statistiknya. dengan Pendekatan Kointegrasi dan Error Corection Model (ECM) dalam jangka pendek kemungkinan terjadi ketidak stabilan hubungan antara total fertilitas, angka harapan hidup, dan rasio kelompok usia muda dengan pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya angka ECT telah terkoreksi untuk menciptakan hubungan atau keseimbangan jangka panjang dan jangka pendek antara total fertilitas, angka harapan hidup, dan rasio kelompok usia muda terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2005-2020.Berdasarkan persamaan jangka pendek dengan menggunakan metode ECM menghasilkan koefisien error corection term (ECT). Koefisien tersebut mengukur respon setiap periode yang menyimpang dari keseimbangan. nilai ECT signifikan yang bermakna model ECM membuktikan bahwa total fertilitas angka harapan hidup , dan rasio kelompok usia muda memiliki keseimbangan jangka panjang, dan jangka pendek terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2005-2020.</p> Gusti Ayu Arini, Akung Daeng, Ida Ayu Putri Copyright (c) 2022 Gusti Ayu Arini, Akung Daeng, Ida Ayu Putri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/55 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 KONSISTENSI WAKTU OPTIMAL MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER PADA SISTEM MONETER GANDA DI INDONESIA http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/57 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan mekanisme waktu yang paling optimal dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter baik pada sistem moneter konvensional maupun sistem moneter Islam dalam merespon sasaran akhir inflasi, serta untuk membuktikan kebijakan moneter yang lebih efektif antara sistem moneter konvensional melalui jalur langsung (JUB), jalur suku bunga (rSBI) dan jalur nilai tukar, dengan&nbsp; sistem moneter Islam melalui jalur langsung (JUB), jalur bagi-hasil (rSBIS) dan jalur nilai tukar, dalam merespon sasaran akhir inflasi.</p> <p>Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah eksplanasi, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kasus. Penelitian ini seluruhnya menggunakan data sekunder di Indonesia tahun 2008.1-2020.12. Untuk menjawab hipotesis penelitian, digunakan metode analisis Vector Auto Regression (VAR), dan Vector Error Correction Model (VECM).</p> <p>Hasil penelitian membuktikan bahwa lag optimal lag yang di butuhkan oleh transmisi kebijkan moneter melalui instrumen pada sistem konvensional dan syariah guna mencapai tujuan akhir inflasi adalah dalam kurun waktu tiga bulan bulan. Hasil impulse response function (IRF) bahwa guncangan dari RSBI, RPUAB, GWMK, SBIS, PUAS, dan GWMS direspon negatif oleh inflasi meskipun pada periode-periode awal adanya kecendrungan terjadi ketidak stabilan, namun pada periode ke enam (enam bulan) sampai periode ke sepuluh (sepuluh bulan) telah mencapai keseimbangan.</p> Taufiq Chaidir, Ihsan Rois, Jalaluddin Copyright (c) 2022 Taufiq Chaidir, Ihsan Rois, Jalaluddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/57 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 PENGUKURAN DAYA SAING OBYEK WISATA DESA SEKOTONG BARAT KABUPATEN LOMBOK BARAT http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/56 <p>Pengukuran daya saing suatu obyek wisata, digunakan 8 indikator standar daya saing dari <em>World Travel and Tourism Council </em>(WWTC) yang bersifat makro. Penelitian ini tidak menggunakan indikator dari WWTC, karena alasan lingkup datanya makro dan hal demikian tidak menggambarkan kondisi spesifik lokal dari obyek wisata yang ada di level desa. Pendekatan yang digunakan adalah mengadopsi Model Diamond dari Porter yang sesuai untuk menggambarkan kondisi pada level mikro. &nbsp;</p> <p>Tujuan dari penelitian adalah mengukur daya saing obyek wisata&nbsp; unggulan Desa Sekotong Barat, dan rekomendasi upaya perbaikan terhadap kelemahan obyek wisata tersebut melalui rencana pengembangan sehingga menjadikannya ‘diamond’ diantara obyek wisata yang sejenis. Aspek yag dinilai adalah indikator 4A, <em>attraction</em> (19 variabel), <em>amenity</em> (13 variabel), <em>access</em> (4 variabel), dan <em>anchillary</em> (11 variabel).</p> <p>Hasil menunjukkan bahwa indeks komposit daya saing obyek wisata renang sebesar 102,2868168, yang lebih unggul dari obyek wisata gili sebesar 88,35710586, dengan perbandingan (1) : (1,16).</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing dari kedua obyek wisata adalah hal-hal yang bertalian (variabel) pada persyaratan hubungan dan dukungan industri, dan persyaratan strategi persaingan. &nbsp;</p> Lukman Hakim, Himawan Sutanto Copyright (c) 2022 Lukman Hakim, Himawan Sutanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/56 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS DANA PERIMBANGAN KAITANNYA DENGAN PERCEPATAN LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016-2020 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/58 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk&nbsp; (1) Menganalisis bagaimana dampak pengalokasian dana perimbangan terhadap laju percepatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat terhitung sejak Tahun 2016-2020 dan (2) Menganalisis kontribusi dana perimbangan terhadap laju percepatan daya dorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat terhitung sejak Tahun 2016-2020. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kasus terutama pendekatan pertumbuhan dan pendekatan kontribusi yang mengacu pada kriteria Soekartawi (1995). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi&nbsp; tentang seberapa besar dampak pengalokasian dana perimbangan terhadap laju percepatan pertumbuhan ekonomi dan kontribusi dana perimbangan terhadap laju percepatan daya dorong pertumbuhan ekonomi&nbsp; Provinsi Nusa Tenggara Barat terhitung sejak Tahun 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&nbsp; dampak pengalokasian dana perimbangan terhadap laju percepatan pertumbuhan ekonomi cukup besar (sangat berpengaruh) dan kontribusi dana perimbangan terhadap laju percepatan daya dorong pertumbuhan ekonomi&nbsp; Provinsi Nusa Tenggara Barat terhitung sejak Tahun 2016-2020 cukup signifikan. Dengan tersajinya data dan dokumen penelitian ini, maka selanjutnya akan dapat digunakan sebagai bahan informasi sekaligus bahan kajian bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan yang sekaligus dapat menentukan model alokasi anggaran yang lebih berorientasi bagi kepentingan masyarakat (public oriented) </em></p> Siti Fatimah, Tuty Handayani Copyright (c) 2022 Siti Fatimah, Tuty Handayani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/58 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH WISATA http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/61 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan Desa Wisata Kembang Kuning sebagai salah satu Desa Wisata Hijau di Kabupaten Lombok Timur. Jenis penelitiannya adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan pengamatan langsung di Desa Kembang Kuning (lokasi penelitian), wawancara langsung dengan informan serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong pengembangan Desa Wisata Hijau Kembang Kuning adalah panorama alam yang indah dan asri, ketersediaan beberapa paket wisata dan tingkat keamanan yang baik. Disisi lain faktor penghambatnya adalah terbatasnya kemampuan masyarakat dalam berbahasa asing serta kurangnya fasilitas wisata seperti tempat sampah, ATM, toilet umum, mini market dan lain-lain. Sedangkan dari hasil analisis SWOT, melalui pendekatan strategi SO (<em>Strenght and Oppurtunities)</em>, Desa Wisata Kembang Kuning berada pada posisi <em>Agresif Oriented Growth </em>yaitu memanfaatkan dukungan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan mengelola potensi alam setempat serta menjadikan Desa Kembang Kuning menjadi Desa Wisata Hijau sebagai tujuan wisata alternatif karena lokasi, akses jalan, akomodasi serta dukungan alam dan lingkungannya.</p> Hailudin Hailudin, Imam Qolby Copyright (c) 2022 Hailudin, Imam Qolby https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/61 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000 INDEKS PEMBANGUNAN/PERTUMBUHAN EKONOMI INKLUSIF DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI NUSA TENGGARA BARAT http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/60 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk melihat indeks pembangunan/pertumbuhan ekonomi Inklusif provinsi Nusa Tenggara Barat selama tahun 2013-2020 dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) beserta komponennya di Nusa Tenggara Barat dalam kurun waktu yang sama. Hasil kajian ini akan memberikan gambaran tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi inklusif dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Nusa Tenggara Barat. </em><em>Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yang dipergunakan adalah penelitian deskriptif dengan lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, Teknik analisis mernggunakan analisis kuantitatif dengan mengacu pada indicator pembangunan/pertumbuhan inklusif, Indeks Pembangunan Manusia (IPM).</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan ekonomi provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan harga konstan tahun 2010 termasuk tambang mengalami kontraksi pada tahun 2017, 2018 dan 2020 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,95 persen. &nbsp;Indeks Pembangunan inklusif provinsi Nusa Tenggara Barat pada priode 2013-2020 berada pada katagori “memuaskan” dengan rata-rata sebesar 5,36. Indeks Pertumbuhan Inklusif (Subpilar 1) berada dalam katagori memuaskan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama tahun 2013-2020 rata-rata sebesar 66,17 berada dalam katagori <strong>“Sedang” (60&lt;=IPM&lt;70)</strong>.&nbsp; Usia harapan hidup penduduk tahun 2013 -2020 rata-rata sebesar 65,58 tahun. Harapan Lama Sekolah (HLS) rata-rata sebesar 13,20&nbsp; tahun. Rata-rata lama sekolah penduduk adalah 6,90&nbsp; tahun dan Pengeluaran perkapita penduduk rata-rata sebesar Rp&nbsp; 9.738.000,-. </em></p> St Maryam, Muhammad Irwan Copyright (c) 2022 St Maryam, Muhammad Irwan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/60 Thu, 31 Mar 2022 00:00:00 +0000