Dampak Covid – 19 Terhadap Kegiatan Industri Rumah Tangga Umkm Di Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur

Main Article Content

Suprianto Suprianto
Eka Agustiani
Soenaryo Neneng

Abstract

Penelitian ini mengambil judul “ Dampak COVID- 19 Terhadap Kegiatan Industri Rumah Tangga UMKM di Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur”.. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis Pendapatan dan Nilai tambah industri olahan rumah tangga pada era Covid -19. Metode penelitian dilakukan dengan cara survey dengan mengambil sampel sebanyak 15 unit usaha responden, dan penentuan responden ditentukan secara accidental dengan melihat karakteristik industri rumah tangga tersebut.


Karakteristik dari pekerja informal dan formal sebagian besar melakukan kegiatannya dirumah responden dan berjualan ditempat-tempat keramaian yang padat penduduk dan pengunjung di kota Selong . Tingkat pendidikan responden rata-rata tamat SMP dan SMA dengan pengalam berusaha dalam industri olahan makanan terendah 3 tahun dan tertinggi 10 tahun. dengan rata-rata lama waktu bekerja di atas 10 jam sehari.. Rata-rata pendapatan yang diperoleh pekerja informal dibawah Rp 2.000.000,- sebanyak 46,67% dan 30,33 % pendapatannya di atas Rp 3.000,000,- Sedangkan pendapatan responden rata-rata di atas Rp 4.000.000, sebanyak 23 % .


Secara keseluruhan analisis usaha industri rumah tangga UMKM, sebanyak 5 usaha tingkat efisiensinya rendah ( R/C Rasio < 1 ) yaitu pada usaha  dan selebihnya usaha dari responden R/C rasio nya > 1 , secara ekonomi usahanya layak untuk diusahakan. Rata-rata Nilai Tambah usaha industri rumah tangga UMKM memiliki rasio di atas 50 ( RNT > 50 % ) berarti nilai tambah beberapa usaha industri rumah tangga dikategorikan tinggi ( kisaran 51,58 sampai dengan 86,46 % tertinggi) sebanyak 10 unit usaha industri rumah tangga olahan UMKM. Rasio Nilai Tambah (RNT) dibawah 50 % sebanyak 5 unit usaha atau 33,33 % dikategorikan memiliki nilai tambah kategori rendah , seperti olahan makanan serabi,kerupuk terigu, kue kemerodok, serbat jahe dan kacang goreng memiliki rasionilai tambah dibawah 50 % (RNT < 50 % ) artinya usaha industri yang dikelola oleh rumah tangga rasio nilai tambahnya rendah


 Untuk lebih meningkatkan pendapatan usaha industri olahan rumah tangga UMKM di masa pandemi COVID-19  kususnya lebih meningkatkan pangsa jual produk olahan dengan membuka layanan penjualan sistem digital via internet (go food , go jek ) sehingga omzet penjualannya akan meningkat.

Article Details

How to Cite
Suprianto, S., Eka Agustiani, & Soenaryo Neneng. (2021). Dampak Covid – 19 Terhadap Kegiatan Industri Rumah Tangga Umkm Di Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur. Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(1), 78-97. https://doi.org/10.29303/e-jep.v3i1.38
Section
Articles

References

Arikunto, Suharsini.2006. Prosedur Penelitian. Suatu pendekatan Praktik. PT. Reneka
Cipta. Jakarta
Aryo Demarto,dkk.2003. Sektor informal alternatip kesempatan kerja Bagi
Golongan Berpendidikan Rendah. Makalah Diklat Universitas Sebelas Maret.
Kartasasmita M. 2011. Pengertian Agroindustri . Blokspot.com. 2011
Mubyarto.1998. Konsep Biaya Industri Kecil. Gramedia Jakarta
Nasir, Mohammad. 2009. Metode Penelitian. Graha Indonesia. Jakarta.
Putong Iskandar. 2002. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro. Galia Indonesia
Santri Y,M. 2009. Analisis Usaha Agroindustri Keripik Belut di Kabupaten Klaten. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Sudiyono. 2004. Pemasaran Pertanian .UMM.Malang
Sukartawi. 2003. Agribisnis. Teori dan Aplikasinya. PT. Raja Grafindo Persada Jakarta
Mar’atissholikhah, U., Darsono, & Nurjayanti, E. D. (2013). Analisis nilai tambah industri keripik tempe skala rumah tangga (Studi Kasus Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang). Mediagro, 9(2), 24–34.
Nurmedika, N., Marhawati, M., & Alam, M. N. (2013). Keripik Nangka Pada Industri Rumah Tangga Tiara Di Kota Palu. Agrotekbis, 1(3), 267–273.
Rahman, S. (2015). Analisis Nilai Tambah Agroindustri Chips Jagung. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 4(3), 108–111.
Rangkuti, K., Ainul, M., & Andini Dwayani, P. (2015). Analisis nilai tambah keripik singkong pada Kelompok Usaha Keluarga (KUK) Desa Sipare-Pare. Agrium, 19(2), 116–121.
Sari, I. R. M., Zakaria, W. A., & Affandi, M. I. (2015). Kinerja produksi dan nilai tambah agroindustri emping melinjo Di Kota Bandar Lampung. JIIA, vol 3(1)
Waryat, W., Muflihani, Y., & Mayasari, K. (2008). Analisis Nilai Tambah dan Usaha Pengolahan Tepung Sukun Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani. Jurnal Agraris, vol 2(2)