Identifikasi Interaksi Ekonomi Sektoral Antara Kota Mataram Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dengan Kabupaten yang Ada di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • Muhammad Alwi Universitas Mataram
  • Putu Karismawan Universitas Mataram
  • Ade Paranata Universitas Mataram

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor: Unggulan, prospektif, andalan dan sektor tertinggal pada setiap Kabupaten dan kota di Pulau Lombok. Tujuan lainnya adalah Kabupaten yang mana mempunyai interaksi yang kuat dengan Kota Mataram sebagai pusat pertumbuhan. Metode analisis yang digunakan adalah metode sintesis analisis SLQ dan DLQ dan meode Gravitasi. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data PDRB, Jumlah Penduduk setiap Kabupaten dan Kota di Pulau Lombok serta jarak setiap Kabuputen dengan Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukan bahwa; Kota Mataram unggul hampir di semua sektor sekunder dan tersier, yaitu ada sebanyak 12 sektor unggulan, satu sector andalan dan dua sektor prospektif.Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai Kabupaten termuda menunjukkan progresifitas yang menonjol, dengan delapan sektor unggulan, satu sektor andalan dan delapan sektor prospektif.Ada beberapa sektor unggulan di setiap Kabupaten/Kota yang sama, seperti sektor 6 (sektor Konstruksi) terklasifikasi sebagai sektor unggulan di empat kabupaten, kecuali Lombok Tengah. Ini dapat dijadikan indikasi adanya keterkaitan antar sektor dan antar wilayah yang saling memperkuat pengembangan sektor tersebut di setiap wilayah. Kota Mataram sebagai pusat pertumbuhan, dalam pengembangan sektor konstruksi disangga oleh Kabupaten lain, dalam hal penyediaan bahan galian, sementara untuk keperluan bahan-bahan konstruksi hasil industri, seperti semen, besi, dll, disediakan oleh Kota Mataram Selanjutnya interaksi yang kuat dengan kota Mataram sebagai pusat pertumbuhan ekonomi adalah selama tahun 2013 – 2014 adalah Kabupaten Lombok Barat dimana Kabupaten mempunyai jarak yang terdekat dengan kota mataram yang ditunjang oleh jumlah penduduk yang dan tingkat pendapatan perkapita yang yang tinggi . Pada tahun 2016-2017 posisi interaksi ekonomi yang terkuat beralih ke Kabupaten Lombok Tengah yang ditunjang oleh lancarnya tramsportasi dari Mataram ke Bandara Internasional Lombok (BIL), di samping itu PDRP/Kapita telah meningkat tajam sampai lebih 3 x lipat dari tahun 2013. Sedangkan interaksi ekonomi yang terendah adalah sejak tahun 2013 – 2017 adalah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hal ini sebabkan karena Kabupaten ini merupakan Kabupaten yang termudah di Pulau Lombok dengan tingkat pendapatan perkapita dan jumlah penduduk yang rendah.

References

Arsyad, Lincolin, 1992, Ekonomi Pembangunan, STIE YKPN, Yogyakarta.
Azis, Iwan Jaya, 1994, Ilmu Ekonomi Regional dan Beberapa Aplikasinya di Indonesia, Lembaga Penerbit, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia..
Bendavid-Val, Avrom, 1991, Regional and Local Economic Analysis for Practioners, Praeger Publisher, Fourt Edition, New York and London.
Hoover, Edgar M., 1975, An Introduction to Regional Economics, Alfred A. Knopf, NewYork, Second Edition.
Kadariah, 1985, Ekonomi Perencanaan, Lembaga Penerbit, Fakultas Ekonomi UniversitasIndonesia, Jakarta.).
Martono, Pan Budi, 2007,Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Kabupaten GorutBadan Perencanaan Daerah Kabupaten Gorontalo. Limboto
Maulana Yusuf, 1999. Ekonomi dan Keuangan Indonesia (EKI) Volume XLVII No 2
Richardson, H., W., 1977. Dasar-dasar Ilmu Ekonomi Regional, (terjemahan paul Sihotang), Lembaga Penerbitan, FE-UI, Jakarta.
Suryana, 2000. Ekonomi Pembangunan, Problema dan Pendekatan, Penerbit Salemba Empat,Jakarta.
Sjafrizal, 1997. Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Indonesia Bagian Barat, Prisma No 3 LP3SJakarta
................2008, Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi, Baduose Media, Padang
Tarigan, R. 2004. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi, PT Bumi Aksara , Jakarta.
Widodo, Tri 2006, Perencanaan Pembangunan Aplikasi Komputer Era Otonomi Daerah, Yogyakarta
Published
2020-05-07
How to Cite
Alwi, M., Karismawan, P., & Paranata, A. (2020). Identifikasi Interaksi Ekonomi Sektoral Antara Kota Mataram Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dengan Kabupaten yang Ada di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan, 2(1), 20 - 29. Retrieved from https://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/16
Section
Articles